Cara Tingkatkan Kesehatan Mental Anak, Orang Tua Lakukan

Kesehatan Mental Anak

desalud.net – Kesehatan mental pada anak sangat penting untuk diperhatikan, terlebih lagi pada masa-masa Covid-19 ini melanda, kebijakan lockdown yang mengharuskan penutupan sekolah dan tempat umum lainnya yang berpengaruh sangat besar bagi kesehatan mental anak hingga usia remaja. Dalam sebuah penelitian di Indonesia ada 57 persen remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental karena masalah ekonomi dan pekerjaan orang tua mereka yang mempengaruhinya dan masih banyak sumber masalah lainnya. Oleh karena itu sebagai orang tua pentingnya mengetahui cara tingkatkan kesehatan mental anak.

 Cara Tingkatkan Kesehatan Mental Anak,  Wajib Lakukan Ini

  1. Fokus Pada Hal Yang Dapat Dilakukan Anak

    Sering sekali orang tua memergoki anak-anak mereka melakukan sesuatu yang salah dan menghukum mereka karena perilakunya tersebut, walaupun sebenarnya dapat dibenarkan sebagai tujuan mengarahkan ke perilaku yang lebih baik, namun bagi anak-anak cara seperti ini justru menjadikan mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang benar. Sebaliknya, memuji dan mengapresiasi perilaku positif anak dapat membantu meningkatkan harga diri anak, orang tua sebaiknya tidak memproyeksikan kemauannya sendiri pada anak sehingga membuat mereka merasa terbebani. Sebaiknya fokus pada apa yang dapat mereka lakukan dan berikan untuk dirinya sekitar, apakah anak tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk mereka, apakah mereka juga ingat untuk membuang sampah tanpa harus diminta dan apakah mereka dapat membantu melipat cucian. Jika anak dapat melakukan hal yang diminta oleh orang tua, berilah pujian untuk mereka dan bangun keinginan mereka untuk bertindak dengan cara yang pantas dan bermanfaat. 
  2. Berikan Peluang Untuk Anak Agar Mencapai Keberhasilan

    Cara untuk meningkatkan kesehatan mental anak yang selanjutnya dengan memberikan peluang untuk anak agar dapat mencapai keberhasilan. Mungkin  seorang anak menganggap pendidikan virtual membosankan dan jika mereka mengalaminya sepanjang minggu tidak ada salahnya mengizinkan mereka untuk memiliki film untuk kamu tonton bersama di akhir minggu dan berikan perlakuan spesial seperti memasak makanan yang mereka suka. Melibatkan waktu keluarga dan minat bersama dapat sangat berdampak bagi anak-anak , memperkuat perilaku positif dengan hubungan keluarga, semakin banyak keluarga terhubung dengan cara yang penuh cinta kasih, maka akan semakin besar juga kemungkinan anak untuk berbagi situasi dan perasaan sulit yang mereka hadapi dengan orang tua. 
  3. Berikan Tanggapan, Bukan Tindakan

    Hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan yaitu setiap orang terkadang kehilangan ketenangannya, namun kamu sebagai orang tua harus mencontohkan ketenangan dengan merespons daripada bereaksi pada perilaku atau situasi yang sulit. Kamu bisa mencontohkan kepada anak melalui contoh bagaimana menghadapi perasaan mereka, tidak tahu bagaimana cara menangani perasaan yang menantang seperti kemarahan atau frustasi akan memperburuk stress yang dialami oleh individu dan keluarga secara keseluruhan. Jika menunjukkan bagaimana sikap untuk tetap tenang dan memproses perasaan dengan cara yang konstruktif akan bermanfaat untuk anak-anak dan juga orang tua itu sendiri. 
  4. Berikan Rasa Aman Dengan Tetap Konsisten Menamani Anak

    Cara yang selanjutnya dengan memberikan rasa aman dengan tetap konsisten. Jika keluarga terhubung secara emosional, remaja lebih mungkin mendiskusikan apa yang salah, tekankan pada anak bahwa keluarga beroperasi sebagai sebuah tim. Selain itu orang tua dan anak juga harus bisa mendukung satu sama lain dalam suka dan duka, dengan menciptakan pengalaman keterhubungan dan persatuan, anak-anak akan merasa aman untuk mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi. Selain itu orang tua juga harus konsisten dan rutinitas sangat membantu dalam menciptakan perasaan aman, bahkan hal kecil seperti menyikat gigi setiap hati sebelum tidur dan masih banyak lagi. 
  5. Rutin Melakukan Meditasi Bersama

    Yang selanjutnya yaitu rutin melakukan meditasi bersama, meditasi dan pernapasan telah terbukti meningkatkan kesehatan mental pada anak, remaja dan orang dewasa. Secara khusus meditasi ini dapat membantu siswa berorientasi pada saat ini, membantu mengurangi stress dan perenungan mental yang dapat menyebabkan kecemasan. Anak-anak yang melakukan meditasi juga memiliki pengaturan suasana hati, kesadaran emosional dan pengendalian diri yang lebih baik dibandingkan jika tidak bermeditasi. Bagi orang tua yang memiliki anak kecil, ada baiknya melakukan cara tingkatkan kesehatan mental anak sejak dini, namun tidak salah juga jika diterapkan pada anak remaja.